Kepala Sekolah RI Lim Lai Cheng mengundurkan diri

Kepala sekolah wanita pertama Raffles Institution, Nyonya Lim Lai Cheng, mengundurkan diri.

Sumber yang dekat dengan sekolah mengatakan Chan Poh Meng, kepala sekolah Victoria Junior College, akan mengambil alih ketika dia pergi pada akhir tahun.

Konfirmasi akan datang ketika Kementerian Pendidikan (MOE) mengungkapkan daftar kepala sekolah terbaru sebagai bagian dari latihan rotasi tahunan.

Menteri Pendidikan Heng Swee Keat mengatakan kemarin bahwa daftar, yang bisa keluar sedini hari ini, akan melihat MOE mengirim beberapa kepala sekolah yang paling berpengalaman untuk kepala sekolah di jantung.

“Ini adalah cara nyata lain bagi kami untuk membuat setiap sekolah menjadi sekolah yang baik,” kata Heng, yang berbicara di hotel Regent Singapore saat makan malam kelulusan bagi para pendidik yang telah menyelesaikan Program Pemimpin dalam Pendidikan.

Nyonya Lim, yang menjadi kepala sekolah junior termuda ketika dia dipilih untuk memimpin Temasek JC pada tahun 2002 dalam usia 38 tahun, diyakini akan meninggalkan kementerian untuk posisi lain.

Wanita berusia 49 tahun ini mengawasi perubahan besar selama enam tahun di RI, termasuk melihat sekolah menengah bergabung dengan Raffles Junior College pada tahun 2009 untuk membuat program terpadu enam tahun (IP) mulus.

Pada tahun 2011, RI juga memperkenalkan Raffles Diploma, sertifikat paralel untuk siswa yang mencatat prestasi mereka di bidang-bidang seperti seni, olahraga dan kepemimpinan.

Nyonya Lim, seorang gadis tua dari Raffles Girls ‘Secondary, memasuki layanan pendidikan pada tahun 1986 setelah menyelesaikan gelar kehormatan dalam bahasa Inggris di Universitas Cambridge dengan beasiswa mengajar Komisi Layanan Publik. Dia pertama kali mengajar sastra Inggris dan bahasa Inggris di National Junior College selama tiga tahun sebelum pindah ke berbagai pos di sekolah lain seperti Deyi Secondary.

Penunjukan terakhirnya sebelum memimpin RI adalah wakil direktur yang bertanggung jawab atas bahasa dan sastra di Divisi Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum MOE.

Mantan mahasiswa RI May Tay, 19, yang “terkejut” bahwa Nyonya Lim akan pergi, mengatakan kepala sekolah selalu ada untuk murid-muridnya. “Saya ingat sebelum level A dimulai tahun lalu, dia duduk di seluruh batch untuk berbicara. Dia bahkan memberi kami nomor ponselnya dan memberi tahu kami bahwa kami dapat meneleponnya jika ada sesuatu yang mendesak,” katanya. “Saya pikir itu menyentuh.”

Kemungkinan pengganti Lim, Chan, telah berada di posisinya saat ini sejak 2006. Sebelumnya, ia menghabiskan 16 tahun di Hwa Chong Junior College, di mana ia adalah seorang kepala departemen bahasa Inggris dan kemudian wakil kepala sekolah, sebelum menjadi kepala sekolah Outram Secondary pada tahun 1998.

[email protected]

[email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Cute Blog by Crimson Themes.