Penelitian tentang vaksin dengue mendapatkan tanah menggunakan tikus

Para ilmuwan selangkah lebih dekat untuk mengembangkan obat demam berdarah dan vaksin yang akan mencakup keempat jenis penyakit yang ditularkan nyamuk. Saat ini tidak ada vaksin yang disetujui untuk demam berdarah.

Para peneliti di Aliansi Singapura-MIT untuk Penelitian dan Teknologi (SMART) telah mengembangkan model tikus manusiawi yang akan mempercepat pencarian berkelanjutan untuk obat atau vaksin yang efektif untuk infeksi.

Penelitian ini melibatkan penyuntikan tikus imunodefisiensi dengan sel induk hati janin manusia untuk mereplikasi sistem kekebalan tubuh manusia pada hewan uji. Setelah tiga bulan, tikus disuntik dengan virus. Melalui metode ini, para peneliti menemukan bahwa penurunan jumlah trombosit darah pada orang yang terinfeksi demam berdarah disebabkan oleh virus yang menghambat produksi trombosit di sumsum tulang.

“Ini akan memungkinkan kita untuk menguji obat apa pun dengan lebih baik. Jika tikus bereaksi terhadap obat, maka tidak akan ada penurunan trombosit,” kata Dr Aishwarya Sridharan, 26, yang merupakan bagian dari tim peneliti. Ini bukan pertama kalinya model tikus manusiawi digunakan untuk penelitian demam berdarah, tetapi penelitian sebelumnya tidak dapat mendeteksi keberadaan trombosit manusia pada tikus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Cute Blog by Crimson Themes.