Pria yang mengaku merencanakan pembunuhan Putin dipenjara selama 10 tahun

Moskow (AFP) – Rusia pada Selasa menjatuhkan hukuman 10 tahun kepada seorang pria yang mengaku merencanakan pembunuhan Presiden Vladimir Putin dengan meledakkan iring-iringan mobilnya, kata kantor jaksa agung.

Jaksa menuduh Ilya Pyanzin menyusun plot sebagai anggota kelompok bersenjata yang dibuat atas perintah pemberontak Islam Chechnya, Doku Umarov.

Pada sidang tertutup, pengadilan kota Moskow menghukum Pyanzin 10 tahun di sebuah koloni hukuman dengan rezim yang keras, kata kantor jaksa agung di situsnya.

Pyanzin mengaku bersalah atas bandit, merencanakan upaya pembunuhan terhadap seorang pejabat negara dan secara ilegal menyiapkan dan menyimpan bahan peledak, kata pernyataan itu.

Pyanzin mengatakan dia bergabung dengan geng bersenjata di Ukraina pada 2011 yang berencana meledakkan sebuah mobil yang penuh dengan bahan peledak di sepanjang rute iring-iringan mobil perdana menteri Putin di Moskow.

Pihak berwenang Ukraina menangkap Pyanzin dan komplotan lain pada Januari 2012 setelah anggota geng ketiga tewas dalam kebakaran yang tampaknya terjadi ketika komplotan sedang membangun alat peledak buatan sendiri.

Rusia menyiarkan pengakuan televisi oleh Pyanzin dan rekan-rekannya yang diduga komplotan sesaat sebelum pemilihan presiden Maret 2012, mendorong para kritikus untuk menyarankan itu adalah aksi Kremlin untuk menggalang dukungan bagi Putin.

Pyanzin memotong sosok aneh dalam foto-foto yang diambil ketika dia ditahan, karena wajahnya dipulas dengan desinfektan cair hijau terang yang biasanya digunakan pada luka dan memar anak-anak.

Pyanzin, seorang warga negara Kazakhstan, diekstradisi ke Rusia pada Agustus 2012 dan kasus ini diselidiki oleh dinas keamanan FSB.

Tersangka komplotan lainnya, Adam Osmayev, diadili di Ukraina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Proudly powered by WordPress | Theme: Cute Blog by Crimson Themes.